Bait-bait Do’a Sang Kekasih - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Sunday, 19 April 2015

Bait-bait Do’a Sang Kekasih

Ada sebuah kisah romantis dibelakang kisah heroik seorang panglima perang salib bernama Salahuddin Al-Ayubi. Kisah ini melatarbelakangi kelahiran Salahuddin Al-Ayubi yang ternyata kelahirannya telah di impikan jauh sebelum kedua orang tuanya bertemu dan menikah.

kisah ini jarang disinggung dalam sejarah tentang Salahuddin Al-Ayubi. Saya mencari-cari di internet, hampir semuanya tidak menyinggung hal ini. Maka, mari ikuti kisah nan mulia ini.


Seorang lelaki bernama Najjmuddin Al-ayubi penguasa Tikrit pada masa itu, belum menikah dalam waktu yang lama.

Maka saudaranya Assanuddin bertannya “kenapa engkau belum menikah?”

Dan Najjmudin menjawab “Aku belum menemukan yang cocok.”

“Maukah aku lamarkan seseorang untukmu”

“Siapa?”

“Putri Malik Syah, anak Sultan Muhammad bin Malik Syah raja bani saljuk, atau puteri Nidzamul Malik. Dulu, beliau adalah Mentri dari para mentri agung zaman Abasyiah”

Apa kata Najjmudin waktu itu?

“dia tidak cocok untukku". Sehingga saudaranya pun heran.

“Lantas siapa yang cocok bagimu?"

Najmuddin menjawab “ aku menginginkan isteri yang soleha yang akan menggandeng tanganku ke syurga dan melahirkan anak yang dia tarbiyyah dengan baik, hingga menjadi pemuda dan ksatria serta mampu mengembalikan Baitul Maqdis ketangan kaum muslimin”

Waktu itu Baitul Maqdis masih dijajah oleh pasukan salib. Dan masa itu Najmuddin tinggal di Irak. Yang berjarak sangat jauh dari Palestina, tapi hati dan pikirannya senantiasa terpaut dengan Baitul Maqdis.

Impiannya adalah menikahi istri yang saliha  dan melahirkan kesatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ketangan kaum muslimin.

Assanudin tidak heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata “dimana kamu akan mendapatkan yang seperti itu?”

Najmuddin menjawab “ barang siapa yang ikhlas niat karena Allah, akan Allah karuniakan pertolongan”

***


Suatu hari Najjmuddin duduk dengan seorang sayaikh pada sebuah mesjid di Irak. Dan mereka berbincang-bincang. Tiba-tiba saat sedang berbincang, datanglah seorang gadis memanggil syaikh dibalik hijab, maka syaikh minta izin pada Najjmuddin untuk berbicara dengan si gadis tadi. Namun pembicaraan mereka terdengar oleh Najjmuddin.

“kenapa kamu menolak utusan yang datang kerumah untuk meminang mu?” 
rupanya, Syaih menjodohkan gadis ini dengan salah seorang pemuda.

Apa jawabah gadis itu?

“wahai syaih, dia adalah sebaik-baik pemuda, yang punya ketampanan dan kedudukan, tapi dia tidak cocok untuk ku”

“Apa yang kamu inginkan?”

“Aku menginginkan seororang pemuda yang menggandeng tanganku kesyurga dan melahirkan dari nya anak yang menjadi ksatria, yang mengembalikan Baitul Maqdis ketangan kaum muslimin”

“Allahu akbar” kata Najjmuddin.

Subhanallah, kata-kata yang diucapkan Najjmuddin kepada saudaranya tadi, persis sama dengan apa yang diucapkan gadis itu pada syeh nya.

Najjmuddin menolak dijodohkan dengan Putri Sultan, yang punya kecantikaan dan kedudukan luar biasa, begitu juga gadis itu. Dia menolak pemuda yang tampan dan punya kedudukan.

Kemudian apa yang terjadi?

Karena keduanya menginginkan tangan yang bisa menggandeng kesyurga dan melahirkan ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis ketangan kaum muslimin, Najjmuddin berdiri dan memanggil syeh itu.


“aku ingin menikah dengannya”

“Dia hanya gadis kampung yang miskin” jawab syeh itu.

“inilah yang aku inginkan, dia isteri yang soleha yang menggandeng tanganku ke syurga serta melahirkan kesatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ketangan kaum muslimin”

Maka menikahlah akhirnya Najjmuddin dengan gadis itu.

Lalu lahirlah putra mereka, yang kelak menjadi ksatria yang mengembalikan Baitul Maqdis ketangan kaum muslimin. Dia adalah, Salahuddin Al-Ayubi.

'ala kulli haal, kita jangan pernah ragu dengan janji Allah bahwa, Allah akan memberikan apapun yang kita rasa jujur dan diinginkan oleh hati kita.

Sekalipun mulut kita berkata ingin berjodoh dengan orang yang solih, tapi jika di hati kita masih ada pertimbangan-pertimbangan duniawi, maka Allah akan kabulkan yang menjadi niat dihati, bukan pada ucapan mulut kita.

Maka kita perlu meluruskan niat, ber azam yang kuat pada Allah ingin menjadi salah satu aset yang membebaskan islam dari jajahan kaum kafir.

Ikhwah fillah, tanamkan lah cita-cita besar dalam hidup kita untuk berkontribusi dalam perjuangan yang cukup panjang dalam dakwah kita ini.



ini ada kutipan hadis buat antum semua.


"barang siapa menikahi seorang wanita karena memandang kedudukannya, maka Allah akan menambah baginya kerendahan. 

barang siapa menikahi wanita karena memandang harta bendanya, Allah akan menambah baginya kemelaratan. 

barang siapa menikahi wanita karena keturunannya, Allah akan menambahkannya kehinaan. 

tetapi, 

barang siapa menikahi seorang wanita karena ingin menundukkan pandangannya dan karena ingin menjaga kesucian farjinya 

atau,

ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan, maka Allah akan memberkahi bagi istrinya dan memberkahi istrinya baginnya"









No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Hambatan Dalam Berkomunikasi

Halimahdaily.com - Ada beberapa hal yang dapat menjadi penghambat atau penghalang dalam proses berkomunikasi. Penghambat tersebut dikena...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman