Dinamika Ilmu - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 30 May 2015

Dinamika Ilmu

Anda kenal dengan Helen Fischer? Seorang antropologi dari Amerika yang melakukan penelitian tentang cinta selama bertahun-tahun. Apa kata frischer akhirnya? Dia mengatakan bahwa “cinta itu tidak abadi”. Anda ingin tertawa? Saya pun terkekeh saat membacanya. Sepertinya fischer melakukan penelitian yang sia-sia, kalau pada akhirnya hanya itu yang dia katakan.

Tapi ingat, apapun yang telah diteliti oleh pakar, biasanya akan dijadikan referensi buat peneliti-peneliti generasi yang akan datang. Tentu bukan hanya sebatas pernyataan bahwa “cinta itu tidak abadi” saja yang diperoleh fischer dari hasil penelitiannya. Kalau ingin tau lebih banyak, bacalah buku-buku karya nya.

Segala sesuatu, apa pun itu. Baik yang berhubungan dengan manusia, alam semesta, hewan-hewan, bahkan sesuatu di luar angkasa adalah objek penelitian.

Lihatlah fischer, dia meneliti tentang ‘cinta’ sebuah perasaan yang melekat pada manusia. Sejak zaman nenek moyang kita memang sudah ada. Cinta bukanlah hal baru, sehingga penelitinya bisa dikatakan senagai penemu. Seperti halnya Thomas Alfa edoson yang melakukan penelitian electron kemudian menemukan bola lampu. Jadilah dia penemu bola lampu. Peneliti tidak harus seperti itu.

Menjadi peneliti itu menyenangkan. Karena ada banyak sekali teta-teki di bumi ini yang butuh kita jawab. Bagaimana cara menjawabnya jika kita tidak tertarik untuk mempelajarinya.

Seperti fischer sendiri, dia saja yang bertahun-tahun meneliti tentang cinta lalu kemudian mengungkapkan hasil penelitian yang sama sekali tidak mengejutkan kita. Tetapi, dia melakukan banyak ekperimen terhadap penelitiannya secara ilmiah. Sehingga pernyataanya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Hebatnya peneliti itu karena kajian ilmiahnya, bukan karena hasil akhir yang diungkapkannya. Jika hasilnya hanya itu, tentu kita akan tertawa mengejeknya.Tapi kita tak berani membantah kajian ilmiah yang dilakukannya bertahun-tahun, karena fischer melakukan eksperimen secara ilmiah. Kecuali jika kita juga meneruskan penelitiannya, lalu kita menemukan kesalahan-kesalahan fischer yang dapat kita bantah dengan hasil penelitian ilmiah pula. bener gak?

Ingat Abraham maslow? Yang terkenal karena pendapatnya mengenai hirarki kebutuhan manusia. Pada akhirnya, banyak generasi sesudahnya yang menyatakan bahwa Maslow salah.

Maslow mungkin baru menemukan 5 kebutuhan dasar manusia yang digambarkan dalam bentuk piramida. Tapi kemudian, generasi modern menemukan banyak kebutuhan dasar yang memotivasi manusia. Dan urutan tingkat kbutuhan yang ditemukan setelah itu malahan sama sekali tidak mengikuti maslow.


Begitulah dunia penelitian. Tidak akan ada habisnya selama manusia ini ada. Dan selama itulah ilmu apapun tidak cukup untuk diltetili oleh hanya satu-dua orang peneliti saja.kita mau jadi peneliti? Kenapa tidak? 

No comments:

Postingan Terbaru

Hey, Kok Sedih? Perlu Sedikit Motivasi Untuk Move On?

Halimahdaily.com - Bukan begini cara menjalani hidup. Membuang banyak waktu dengan bertanya 'apa salahku?'. Tak perlu tanyakan i...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman