Komunikasi Objek dalam perspektif Islam dan Aceh - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 31 December 2016

Komunikasi Objek dalam perspektif Islam dan Aceh

Islam menghendaki ummatnya selalu  menjaga kebersihan dan keindahan agar membuat orang lain merasa nyaman saat berinteraksi dengan mereka. 

Namun tidak boleh terlalu berlebihan. Tidak boleh tebar pesona. Karena pada akhirnya akan mengundang kemudharatan. Dapat mengundang fitnah. 

Orang yang tebar pesona akan menjadi riya apabila dikagumi banyak orang. Orang yang tebar pesona akan membuat pasangannya cemburu apabila sudah menikah. Tetapi bila belum menikah, akan membuat banyak orang patah hati karena harus bersaing dengan banyak orang untuk mendapatkannya.


Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia punya potensi untuk disukai lawan jenis. Yang dinamakan ketertarikan adalah fitrah manusia. Namun apabila sengaja dibuat-buat agar orang lain tertarik kepadanya, maka itu sudah tidak sesuai dengan syariat.

Di Aceh, wanita-wanita dewasa wajib memakai busana muslim, atau seteidaknya menutup aurat. Supaya mereka terjaga kesuciannya. Karena Aceh berkiblat kepada hukum Islam. Walaupun demikian, tidak semuanya menjalankan dengan benar.

“katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menahan pandangannya, agar mereka mengendalikan kemaluan mereka”

Kenapa Allah menekankan kepada pandangan mata dan kemaluan? Karena pandangan mata yang dapat membuata orang terpesona, bergairah, dan larinya kepada syahwat kemaluan.

“katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

Kendalikan pandangan dan kemaluan bukan saja diperintahkan kepada perempuan saja. Tapi laki-laki juga sama.

Seandainya seorang muslim punya pesona. Janganlah dia menebar pesona kepada orang lain, tetapi tebarlah pesonanya kepada yang berhak menerimanya. 

Islam memerintahkan wanita-wanita yang sudah menikah untuk tampil cantik didepan suaminya. Tetapi kebalikannya Islam melarang wanita-wanita muslim berpenampilan berlebihan didepan umum, memakai wewangian saat berpergian dan melakukan hal lain yang melanggar syariat Islam.

Menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang memang perkara yang sangat sulit apalagi di zaman sekarang ini. Hal-hal yang diharamkan untuk dipandang hampir ada disetiap tempat, di pasar, di rumah sakit, di pesawat, bahkan di tempat-tempat ibadah. 

Majalah-majalah, koran-koran, televisi, gedung-gedung bioskop penuh dengan gambar-gambar wanita yang berpenampilan vulgar.

Syukur alhamdulillah, di Aceh masih lumayan terjaga. Tidak separah di kota-kota lain. Majalah-majalah porno tidak banyak diperdagangkan dengan bebas, koran-koran juga insyaallah selama ini terjaga, televisi yang mungkin belum dapat dicegah karena tayangannya dari pusat.

Dan lebih syukur lagi, pemerintah Aceh hingga saat ini tidak mengizinkan berdirinya Bioskop.


Allau’alam bissawab

No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Hambatan Dalam Berkomunikasi

Halimahdaily.com - Ada beberapa hal yang dapat menjadi penghambat atau penghalang dalam proses berkomunikasi. Penghambat tersebut dikena...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman