Bagaimana Menjadi Bos Yang Baik? - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 31 October 2017

Bagaimana Menjadi Bos Yang Baik?


Banyak hal yang mendorong seorang pimpinan atau bos berbuat semena-mena terhadap karyawannya. Mungkin salah satunya karena mereka ingin mencapai terget tertentu. Namun mereka terlalu fokus kepada titik puncak pencapaiannya, dan melupakan hal-hal mendasar yang penting lainnya. Sehingga terjadilah berbagai hal yang tidak menyenangkan bagi karyawannya. Begitulah kira-kira.

Jika posisi kita sebagai karyawan, tentu kita tidak tahu menahu soal latar belakang sikap bos kita yang semena-mena itu. Yang kita tahu, kita hanya disiksa. Namun, jika posisi kita sebagai bos, akankah kita bisa menemukan solusinya?
Ada sebuah pepatah dari Negri Sakura, yang mengajarkan kita untuk memanage emosi dan ego seorang petarung. Pepatah ini juga memberikan gambaran orang yang bijaksana dalam mencapai kemenangan.

Kemenangan berpihak kepada orang yang tidak memikirkan dirinya dendiri
--pepatah samurai

Arti pepatah ini adalah jika kita ingin mencapai kemenangan, kita tidak boleh hanya memikirkan diri kita sendiri. Pikirkan juga orang lain. Bagaimana keadaan mereka jika kita begini dan begitu. Jangan karena keegoisan kita ingin mencapai puncak, kita menyakiti orang lain. Kita membuat orang lain marah kepada kita. Kita membuat banyak orang kecewa atas keputusan-keputusan kita. Kita membuat mereka tidak punya kebebasan karena kita terlalu mengekang mereka.

Anggaplah kita ini bos. Seandainya kita mau sedikit rendah hati, kita tidak akan menjadi sehebat ini tanpa karyawan-karyawan kita. mereka sedikit tidaknya telah berkontribusi dalam mendukung langkah-langkah kita. Tak satupun kemenangan atau kesuksesan yang kita gapai tanpa melibatkan mereka.

Coba kita merenung sejenak. Apakah yang kita peroleh ini hasil kerja keras diri kita sendiri tanpa bantuan siapapun? Pikirkan kembali bagaimana karyawan-karyawan itu telah membantu kita selama ini, apakah mereka telah mendapatkan imbalan yang layak? Apakah pernah kita memberi perhatian sekedar untuk meyenagkan mereka?

Jangan anggap mereka robot yang tidak akan protes terhadap kelakuan kita yang semena-mena. Mereka juga bisa marah dan kecewa. Mereka mungkin sudah berbuih mengata-ngatai kita dibelakang. Karena kita yang memang tidak peka, atau kita yang terlalu ingin mencapai puncak kesuksesan yang tampak masih sangat jauh@


No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Bagaimana Kita Mengelola Kemarahan Agar Menjadi Marah yang Elegant?

Halimahdaily.com - Saat kita sedang marah, tanpa berkata-kata pun, akan terlihat dari body langage kita. Sebab, automatic neuro system ...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman