I'am Not Pretty Chapter 2 (Gadis Misterius) - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Monday, 6 August 2018

I'am Not Pretty Chapter 2 (Gadis Misterius)



Aku ingin pulang. Tapi...


"Pemberhentian berikutnya, Halte simpang lima. BLA BLA BLA..."


Aku sudah sampai. Uuuhhhh, tidak mungkin pulang lagi.


Terpaksa aku turun.


Baiklah, akan kuhadapi hari yang buruk ini. Akan seperti apa jadinya, terserah nanti.


Eh? Ada yang menahan lenganku?


"Ini. Untukmu. Sepertinya kamu sangat butuh itu".


Eh?


Itu... tas kecil... aku tahu betul bahwa itu tas make up yang biasa dipakai cewek-cewek. Aku juga punya yang seperti itu.


Gadis ini... cantik sekali... siapa dia? Untuk apa dia memberiku tas itu?


Gadis itu menunggu. Bus masih menurunkan penumpang. Sementara aku masih berdiri sambil bengong.


"Ambilah. Cepat. Kau harus turun!" Dia menaruh tas itu ditanganku lalu mendorongku ke pintu. Aku masih kaget dengan kenyataan yang kulihat.


Begitu aku melangkah keluar. Pintu bus tertutup. Aku belum sempat bicara apa-apa. Tapi gadis itu melambaikan tangannya padaku. Dia terlihat sangat ramah.


"Eh, ma.. makasiiiiihhhh!" Akhirnya aku berteriak. Tapi bus itu sudah pergi.


Hmmm.. apa isinya? Apakah benar-benar make-up?


Whoooaaaaa! Isinya peralatan make up yang masih baru! Bahkan masih tersegel?!


Ada bedak, sunscreen, mosturaizer aloevera, mascara, eye liner, blush on pink, lipstik warna kesukaanku.. waaaahhh...


Siapa gadis itu, ya? Dia penyelamat yang hebat!


Ini... tidak apa-apa jika ku pakai? Meski ini pemberian dari orang tak dikenal?


Oh. Aku malah bingung begini. Pakai atau tidak, sih?!


Tap.. tap.. tap..


Langkahku semakin dekat ke kantor. Aku masih dengan wajah begini...


Aha! Aku harus mampir ke toilet!


Tap.. tap.. tap.. tap.. tap..


Yah, aku semakin bersemangat. Aku sudah sampai. Pertama-tama. Aku harus cari toilet.


"Permisi, dimana toilet wanita?" Aku bertanya ke satpam di pos penjagaan.


"Eh?? Toilet?" Mereka tampak canggung. Apakah aku terkesan tak sopan? Ya ampunn .. malunya..


"I... iya, ah.. anu... emmm..."


"Kearah sini mbak, cepat.. di situ.." petugasnya tampak gugup, tapi dia bersemangat. Apakah dia pikir aku sedang kebelet?


"Ma.. makasih banyak pak!"


"Iya. Samma-sama"


Ya ampunnn... hari pertama... langsung cari toilet. Untunglah masih ada waktu 30 menit. Aku lumayan cepat datang. Yeyay!


Pok.. pok.. pok.. bedak selesai. Sekarang lipstik.


Jeng.. jeng!!


Aha, ini baru cantik!


Sekarang aku percaya diri. Makasih gadis misterius. Siapapun kamu, aku doakan semoga kamu selalu diberi kemudahan dalam urusan apapun.


Eh, kok aku berdo'a di toilet? Ih, nanti ku ulangi lagi deh berdo'anya di tempat yang lebih baik.


Bersambung ...



Chapter sebelumnya --->Cerpen : I’am Not Pretty



Zona cerpen lainnya 

(Epilog) The Dangereous Eyes

Cerpen : Little Psychopath

Cerpen : Bayi Monster


No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Hambatan Dalam Berkomunikasi

Halimahdaily.com - Pernahkah kamu merasa jengkel sendiri karena orang yang kamu ajak bicara tidak nyambung? Atau sebaliknya, kamu yang m...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman