One Upon A Time In The Town of La Vi An Rose [Cuplikan Film L (2016)] - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 2 February 2019

One Upon A Time In The Town of La Vi An Rose [Cuplikan Film L (2016)]



Halimahdaily.com - Sepotong malam yang cerah. Beribu bintang menghiasi langit kota La Vi an Rose yang selalu kelabu tanpa warna.

“Hei, tahukah kamu apa yang dipikirkan semua orang tentang La Vi an Rose? Tanah tanpa warna, mereka semua menyebutnya seperti itu”. Gumam gadis bernama L (orang jepang melafalkan L dengan ejaan E-Ru).

Dia tidak bicara pada dirinya sendiri. Dia sedang mengajak diskusi seorang pemuda seusianya yang kini ikutan berbaring disampingnya memandang langit berbintang.

“Aku bisa melihatnya, semua jenis warna, aku bisa melihatnya”. Sahut si pemuda.

“Begitu kah? Ternyata kamu melihatnya, ya?” Gumam sang gadis. “Apa kamu pernah dengar tempat bernama Seravi?”

“Tidak”.

“Papa memberi tahu tempat itu, dulu. Dia bilang itu adalah tempat yang indah dengan semua jenis warna. Apa kau tidak ingin melihatnya? Aku yakin ada banyak hal yang tidak ada disini, aku ingin melihat warna yang lebih indah”.

Ketika mereka sedang berbicara, ternyata ada seseorang yang menguping.

Setibanya dirumah, L masuk ke kamar dan mendapati lantai berserakan. Lukisan wajahnya tersenyum pemberian Ovesu tercabik-cabik dilantai. L merasa heran, siapa pelakunya?

Tiba-tiba..

“Kau tidak butuh barang seperti itu”. Suara paman L. “Untuk berpikir kau menghabiskan waktu dengan pria yang buruk untukmu. Pria itu…” ucapannya terputus, karena L tiba-tiba berlari dan menangis.

Langkah L terhenti saat lengan kuat pamannya merengkuh kedua bahunya. Lalu, “Aku mencintaimu. Aku mencintaimu lebih dari siapapun". Katanya.

“Jangan!” Teriak L.

Dengan sekuat tenaga, L melepaskan diri disertai tendangan mematikan di alat vital paman mesumnya itu. Saat pria tua itu meringis kesakitan, L kabur dari kamar sialan itu. Dia menuju tempat dimana biasanya Ovesu melukis.

Disana Ovesu sedang duduk sambil memeluk lutut, alih-alih sedang melukis seperti biasanya.

“Maaf, aku kehilangan semua lukisanmu”. Gumam L dalam isakan tangisnya.

Ovesu hanya diam saja. Sejak tadi dia terlihat sedang dalam ode tidak mood. Antara sedih dan marah.

“Hei, Apa aku tersenyum?” Tanya L sambil berlinangan air mata.

“Heh?” Tanya Ovesu datar.

“Apa aku benar-benar tersenyum?” Ulang L. Yang ditanya hanya mengangguk lembut.

“Kalau begitu, lukis aku. Kali ini aku tidak akan kehilangan ukisan ini”. Pinta L serius.

Ovesu tertunduk lesu. Sebelah tangannya disembunyikan.

Karena Ovesu tak menjawab, L memanggilnya.  “Ovesu?”

“Gomenn” Ujarnya lemah.

“Ada apa?”

“Maaf” ulangnya. Lalu dia bangkit dari duduk, lalu pergi. Masih dengan meyembunyikan sebelah tangannya.

L melongo terheran-heran. Tidak biasanya Ovesu begini. Dia anak yang selalu tersenum saat sedang melukis, dia juga tidak pernah menolak untuk melukis wajah tersenyum L. kenapa tiba-tiba dia begitu?
……………………………………………………………………………

Cuplikan cerita pendek itu adalah salah satu scence dalam film L (2016) movie Jepang. Judulnya sangat singkat, makanya (dulu) aku sama sekali tidak tertarik untuk menonton. Sebenarnya sih, udah lama ada film ini di file download laptopku, baru-baru ini sempat nonton karena lagi libur kuliah dan bosan banget gak tau mau ngapain. Akhirnya ditonton juga.

Entah kenapa aku mendownload film ini dari situs streaming, aku juga lupa. Tidak mungkin aku mendownload tanpa alasan. Setiap film yang ku download pasti sudah pernah ada yang rekomendasi atau sudah pernah baca sinopsisnya. Tapi, aku tidak ingat persis tepatnya apa alasanku mendownload film ini.

Cuplikan tadi adalah awal cerita kehidupan seorang gadis sebatangkara bernama L. ayah ibunya meninggal karena kapal yang mereka tumpangi karam. L hidup dibawah asuhan pamannya yang tergila-gila padanya, dan bibinya yang kejam.

Film ini recommended buat kamu para petualang kehidupan dan para pencari cinta sejati!

Baca sinopsisnya -> Sinopsois Movie L (2016)

No comments:

Postingan Terbaru

Hey, Kok Sedih? Perlu Sedikit Motivasi Untuk Move On?

Halimahdaily.com - Bukan begini cara menjalani hidup. Membuang banyak waktu dengan bertanya 'apa salahku?'. Tak perlu tanyakan i...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman