Sinopsois Movie L (2016) - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 2 February 2019

Sinopsois Movie L (2016)



Halimahdaily.com - La Vi an Rose adalah sebuah kampung kecil tandus tanpa warna. Disana masa kecil dan masa remaja L dihabiskan dalam banyak kepahitan dan sedikit kebahagiaan. Kehidupan yang sebenarnya baru dimulai saat L pindah ke kota Seravi. Ia menghabiskan usia dewasanya disana. Kehidupannya di Seravi penuh pertarungan. Kehidupan kota metropolitan memang demikian. Jangan Tanya soal apakah L pernah merasa bahagia di sana.

Cinta sejati? Jangan Tanya soal itu juga. Sebab L hanya bertemu dengan lelaki yang salah. Pertama-atama, dia mencintai dan dicintai lelaki psikopat. Sekalinya sedang baik, lelaki itu sangat lembut dan penyayang. Tapi, saat sedang kambuh menggila, L disiksa secara fisik dan verbal. Kemudian L bertemu lagi dengan seorang bankir, nyatanya lelaki itu hanya seorang penipu ulung.

Setelahnya, ia bertemu lelaki pendiam, kaku, tetapi lembut dan penyayang. Ia pemilik toko roti dipojokan kota. Lelaki itu sangat sopan, katakanlah dia lelaki baik-baik ditengan kota metropolitan. Hampir saja L menjalani kehidupan bahagia. Ia menikah, menjalani kehidupan normal sebagai istri tukang roti, lalu hamil. Saat usia kandungannya semakin tua. Tiba-tiba mantan kekasihnya yang psikopat menemukannya. Menyiksanya kembali, sampai bayinya keguguran.

Begitulah terus hidup L. Sekali gelap, sekali terang. Terkadang, biru, ungu, abu-abu. Terkadang merah, kuning, lalu hitam. Penuh warna.

Sementara, Ovesu, masih tinggal di La Vi an Rose menunggu L pulang sambil menyemai bibit-bibit. Menanam tanaman warna-warni. Ia tak punya kesibukan lain selain meyemai benih-benih tanaman. Semenjak pertemuan terakhir kali dengan L, ia tak pernah melukis lagi. Sebab seluruh jemari tangan kanannya remuk akibat dipukul dengan batu oleh paman L.

Namun, kecintaannya pada L dan pada seni melukis tetap membara dalam dirinya. Setiap hari ia menyemai benih sebagai ganti melukis di kanvas. Warna-warni bermacam tanaman ia pakai untuk membentuk sebuah pola.

Apa yang dia gambar? Tentu saja wajah tersenyum L yang terekam jelas dalam ingatannya.

Hei L, aku memutuskan untuk melukis sebuah gambar. Aku memutuskan untuk melukuis wajah tersenyummu. Jadi, tidak perduli sesedih apa dirimu. Tidak perduli bertapa kesepiannya dirimu, kau jangan melupakan senyum itu

No comments:

Postingan Terbaru

Hey, Kok Sedih? Perlu Sedikit Motivasi Untuk Move On?

Halimahdaily.com - Bukan begini cara menjalani hidup. Membuang banyak waktu dengan bertanya 'apa salahku?'. Tak perlu tanyakan i...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman