Kuharap Kau Memilihku - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 23 March 2019

Kuharap Kau Memilihku


Halimahdaily.com - Ada masa dimana aku hanya ingin berteman sepi, sndirian. Menjajah waktu sambil melangkahi bulan. Orang-orang disekitar terasa asing. Mereka mengenal ku, tapi aku tidak. Mereka berbisik-bisik menyebut ku sombong. “Maklumlah orang yang sudah lama hidup di kota”, katanya.


Masabodo.

Aku senang dicibir orang-orang. Serasa punya bejana besar penampung pahala. Gossip demi gossip menarik pahala dari mereka yang bercuap-cuap menggunjingku. Dosa bagi mereka, pahala bagiku. Tertuang, tumpah ruah dalam bejana penampung pahala milikku. Panen setiap saat. Penuh, tak pernah surut.

Siapa bilang aku gadis kota yang berbeda? Aku masih gadis desa yang sama. Yang mencintai dengan segenap jiwa. Hanya saja aku agak puitis dan agak romantis.

Aku tidak duduk-duduk di teras rumah dengan rambut tergerai basah dan pipi dipulas merona untuk sekedar menunggu jejaka idaman pulang dari ladang. Aku menunggu kekasihku pulang sambil duduk didahan pohon jengkol belakang rumah sambil menulis puisi.

Aku tidak merias wajah dengan perona pipi. Aku merawatnya dengan potongan-potongan timun setiap sebelum tidur. Cantik menurutku adalah kulit yang segar, bukan kulit yang terlihat segar padahal kering oleh bedak.

Aku tidak berkumpul dengan para gadis setelah mandi di sore hari sambil bertukar cerita tentang pujaan hati atau cerita putus cinta. Aku lebih suka menulis novel cinta tentang kekaihku yang jauh disana.

Mungkin, menurut orang aku berbeda. Tapi aku masih sama. Aku gadis desa yang mencintai sepenuh jiwa.

Biarlah gadis-gadis mengira aku enggan bergaul sebab sombong, biarlah perjaka-perjaka kampung putus asa padaku sebab aku enggan didekati.

Ada seseorang yang kunanti. Seseorang yang namanya kutulis dalam novel cinta yang kuterbitkan setiap pagi. Tercetak tebal di daun pelepah pinang. Syairku merdu menyebut nama kekasihku.

Kelak, bila kuputuskan tali yang mengikat tubuh dan usiaku. Kuharap kau memilihku
 -kutipan puisi Oka rusmini-

Hei, lelaki yang kutulis namanya setiap hari. Jika aku benar-benar berbeda. Maukah kau tetap memilihku?


No comments:

Postingan Terbaru

Hey, Kok Sedih? Perlu Sedikit Motivasi Untuk Move On?

Halimahdaily.com - Bukan begini cara menjalani hidup. Membuang banyak waktu dengan bertanya 'apa salahku?'. Tak perlu tanyakan i...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman