Konflik Dalam Kelompok Dan Cara Mengatasinya - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 28 May 2016

Konflik Dalam Kelompok Dan Cara Mengatasinya


Apa itu konflik? Kenapa konflik bisa terjadi? Bagaimana tingkatan konflik? Bagaimana cara memanajemen konflik? Bagaimana cara menyelesaikan konflik?

Dalam komunikasi, konflik merupakan suatu keniscayaan. Tak seorang pun dapat menghindarinya.

Konflik tidak selalu bernilai negatif. Terkadang konflik sangat diperlukan karena memberikan sisi positif. Ada beberapa manfaat konflik yang nanti akan dijelaskan lebih lanjut dalam paper ini.

Apa itu konflik?


Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.[1]

DR. Kartini Kartono (2002 : 213) kata konflik mengandung banyak pengertian. Ada pengertian yang negatif, yang netral, dan yang positif.

Dalam pengertian yang negatif, konflik dikaitkan dengan : sifat-sifat animalistik, kebuasan, kekerasan, bar-barisme, deskruksi/pengrusakan, penghancuran, irrasional, tanpa kontrol emosional, huru-hara, pemogokan, perang dan seterusnya.

Sementara dalam pengertian positif, konflik dihubungkan dengan : peristiwa petualangan, hal-hal baru, inovasi, pembersihan, pemurnian, pembaharuan, penerangan batin, kreasi, pertumbuhan, perkembangan, rasionalits yang dialektis, mawas-diri dan sebagainya.

Sedangkan dalam pengertian netral, konflik diartikan sebagai: akibat biasa dari keaneka-ragaman individu manusia dengan sifat-sifat yang berbeda, dan tujuan hidup yang tidak sama pula.

Konflik dalam Kelompok (ingroup)


Konflik dalam kelompok adalah konflik yang terjadi antar individu dalam sebuah kelompok atau tim, departemen, organisasi, perusahaan dsb.
  
Seseorang yang sedang mengalami konflik tidak hanya harus mengatasi konflik dalam dirinya dan orang lain, dia juga harus berhadapan dengan keseluruhan interaksi dengan semua pelaku yang terlibat.[2]

Konflik selalu menimbulkan keadaan-keadaan yang membuat seseorang merasa tidak nyaman baik dengan dirinya sendiri, dengan individu yang terlibat, maupun dengan lingkungan sekitar yang tidak berdosa.

Bila tidak segera ditangani bisa jadi akan menimbulkan bias kemana-mana. Oleh karena itu, saat paling tepat mengatasi konflik adalah saat jumlah orang yang terlibat masih kecil. Sehingga akan memudahkan dalam penyelesaiannya.

 Konflik Luar Kelompok (out group)


Margaret M. Poloma (1987 : 108) : Konflik dapat merupakan proses yang bersifat Instrumental dalam pembentukan, penyatuan dan pemeliharaan struktur sosial. Konflik dapat menetapkan dan menjaga garis batas antara dua atau lebih kelompok.

Konflik dengan kelompok lain dapat memperkuat kembali identitas kelompok dan melindunginya agar tidak lebur ke dalam dunia sosial sekelilingnya.Apabila sebuah kelompok sedang mengalami konflik dengan out group mereka, maka akan melahirkan tindakan-tindakan yang membuat kelompoknya memiliki identitas yang lebih ditonjolkan.

Hal tersebut merupakan upaya mempertahankan eksistensi kelompok agar tidak terjadi lagi hal yang tidak di inginkan. Konflik juga memberikan pengalaman dalam menyelesaikan masalah. Konflik juga menyatukan anggota kelompok untuk menjadi lebih solid, karena mereka harus berkerjasama mempertahankan kelompoknya.

3 Identifikasi Tahap Konflik


Konflik terdiri atas berbagai tahap. Bila ditangani secara efektif maka konflik tersebut dapat diatasi. Sebelum kita memikirkan bagaimana penyelesaian konflik tersebut, kita harus terlebih dahulu mengenali tahapan konflik agar lebih mudah mencari solusinya.

Konflik dapat merayap naik atau turun tergantung cara menenganinya. Namun tidak selalu mengikuti garis lurus. Konflik tahap rendah bila tidak ditangani dengan baik bisa langsung menjadi konflik tahap paling tinggi. Dan sebaliknya, konflik tahap paling tinggi sekalipun dapat dengan mudah mencair.

Masri Maris (2001 : 24) : Ketika intensitas konflik meningkat, setiap orang akan berusaha membela diri dan ingin menang. Pada konflik tahap tinggi, menyelamatkan muka semakin penting artinya. Dalam situasi konflik yang makin panas, orang sabar sekalipun bisa marah dan tersinggung.

Ada tiga tahapan konflik menurut Maris dalam bukunya How to Manage Conflict, yaitu :


Tahap pertama : persoalan dan perselisihan kecil sehari-hari

Inilah konflik yang paling ringan dan tidak menimbulkan rasa terancam pada diri kita. Untuk mengatasinya dapat digunakan berbagai cara mengatasi konflik. Efek yang ditimbulkan biasanya berupa kemarahan yang biasanya mudah diatasi.
  
Tahap kedua : Tantangan yang lebih besar

Dibutuhkan keahlian dan latihan khusus untuk menanganinya. Tidak sembarang orang dapat menyelesaikan konflik pada tingkatan ini. Jika salah bertindak, maka  akan naik level menjadi konflik tahap ketiga. Yaitu konflik pertarungan terbuka.

Tahap ketiga : pertarungan terbuka

Orang baik pun bisa menimbulkan kerugian pada orang lain bila dikuasai emosi. Itulah sebabnya konflik harus ditangani dengan tepat. Karena semakin tinggi tingkatannya, semakin sulit menyelesaikannya. Pada tahap ini, seseorang telah terpancing jauh kedalam emosi yang membara.

Manfaat konflik


Marwansyah (2010 : 308 – 309) mengurutkan daftar manfaat konflik sebagai berikut :

1. Munculnya masalah – masalah yang tersembunyi ke permukaan, sehingga ada kemungkinan untuk diselesaikan.

2. Mendorong orang untuk mencari pendekatan yang lebih tepat agar memperoleh hasil yang lebih baik. Situasi konflik mendorong orang – orang menjadi lebih kreatif dan memunculkan gagasan – gagasan baru dan segar.

3. Meningkatkan kesadaran diri dan kesadaran terhadap orang lain dan masalah-masalah yang mereka hadapi. Konflik dapat mengarah pada pertukaran informasi secara jujur dan terbuka, yang dapat menciptakan dasar yang lebih baik untuk berkomunikasi di masa mendatang.

4. Menyempurnakan proses pengambilan keputusan. Dalam sebuah organisasi, sering lahir keputusan yang buruk karena orang – orang terlalu cepat setuju pada sebuah pemecahan masalah. Dengan adanya konflik, masalah dapat ditelaah secara lebih seksama dari berbagai sudut pndang, sehingga cenderung menghasilan keputusan yang lebih baik.

5. Menyebabkan perubahan – perubahan. Konflik bisa terjadi karena perbedaan cara pandang. Bila cara pandang baru ini dinilai lebih baik, maka akan muncul dorongan untuk melakukan perubahan ke arah solusi atau alternatif yang lebih baik.

6. Mengurangi kebosanan. Melakukan sesuatu dengan cara yang sama untuk masa yang panjang, bisa menimbulkan kejenuhan.

Ketika cara lama ini “ditantang” oleh pandangan atau pendekatan baru dan beragam kebosanan bisa dikurangi. Kekayaan perspektif dari banyak orang juga dapat membawa kita keluar dari rutinitas yang membelenggu ke suasana yang lebih menyegarkan.

Menangani konflik yang terjadi dalam kelompok


Ada banyak gaya mengatasi konflik dari berbagai sumber yang penulis baca. Namun, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa strategi mengatasi konflik ada 4 cara, yaitu :

1. Menilai situasi

Segala sesuatu harus dinilai dahulu untuk dapat diberikan perlakuan yang sesuai. Begitu juga dengan konflik. Berikan penilaian terhadap konfik, apakah termasuk kedalam konflik ringan, sedang, atau berat?

2. Jelaskan persoalan

Setelah tahu titik persoalan, maka saatnya untuk menjelaskan persoalannya. Kedua belah pihak yang bersiteru harus saling tahu titik persoalan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

3. Evaluasi : alternatif pendekatan

Apabila ada salah satu pihak yang keberatan atas persoalan yang telah dijelaskan, inilah saatnya untuk mengevaluasi. Agar tampak jelas jalan menuju perdamaian diantara kedua belah pihak.

4. Pecahkan masalah

Langkah terahir adalah memecahkan masalah. Setelah semua langkah diatas diselesaikan satu persatu, maka kita telah berada pada tahap akhir penyelesaian.


[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik


[2] Masri Maris, How To Manage Conflic, 2001. Jakarta : Erlangga, hlm 18


No comments:

Postingan Terbaru

Hey, Kok Sedih? Perlu Sedikit Motivasi Untuk Move On?

Halimahdaily.com - Bukan begini cara menjalani hidup. Membuang banyak waktu dengan bertanya 'apa salahku?'. Tak perlu tanyakan i...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman