Review Live Action Jepang : Demon Covered in Scars (2017) - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 7 September 2017

Review Live Action Jepang : Demon Covered in Scars (2017)

J-Movie : Demon Covered in Scars (2017)

SINOPSIS : Demon Covered in Scars (2017)


Drama ini berkisah tentang seorang siswi SMA yang pindah sekolah dari Tokyo ke pedesaan karena orang tuanya pindah tugas. Gadis itu bernama Mei (Rika Adachi). Dia berperawakan tinggi semampai, dengan wajah yang cukup menawan.


Di Tokyo, Mei lumayan populer. Namun, ketika dia pindah ke desa, ia ingin terlihat sederhana dan menyembunyikan segala kesempurnaannya. Sayangnya, disana ia malah berjumpa dengan teman lamanya yang bernama Shino (Manami Enosawa). Anak itu pernah dibully teman-teman Mei saat masih SMP di Tokyo. Aksi balas dendam pun dimulai. Dengan kelicikan Shino, Mei berhasil difitnah sebagai orang jahat.


Mei memang tidak pernah membuly siapapun, tapi pernyataan Shino tentang kebusukan Mei membuatnya terlihat seperti monster yang berpura-pura baik. Semua orang dikelasnya berpihak kepada Shino. Mei tahu dirinya tengah dibenci oleh semua orang atas kesalahan yang tidak pernah diperbuatnya. Lalu, Mei menemukan cara untuk balas dendam dengan menggunakan kecerdasannya.



REVIEW :




Di menit-menit pertama aku menonton Film ini, aku mengira bahwa Mei adalah sosok arogan yang berpura-pura baik. Karena judulnya : Demon Covered in Scars (Iblis Berbalut Luka). Jadi, aku pikir sang iblis itu adalah Mei. Tapi setelah lanjut menonton, aku baru sadar bahwa iblis itu bukanlah Mei, melaikan Shino.

Mei yang diperankan oleh Rika Adachi memang terlihat sangat normal dan biasa saja. Tapi, karena dia hanya sendirian dan selalu diam saat teman sekelas membullynya, aku merasa geram sendiri. Biasanya di drama-drama yang pernah aku tonton, pemeran utama tidak pernah sendirian. Pasti ada seseorang yang membelanya. Tapi di film ini gak ada. Bahkan wali kelasnya turut membiarkan murid-murid bandel mengganggu Mei. Ketika kamu menonton film ini, mungkin kamu akan berpikir bahwa sekolah itu adalah tempat orang-orang sakit jiwa. Kecuali beberapa orang saja yang waras. 

Adegan pembullyian di film ini tergolong cukup sadis, karena memperlihatkan siswa-siswi nakal yang bersenang-senang menjatuhkan harga diri korban mereka. Ini jelas gak patut ditiru, ya!

Dan juga, adegan balas dendam Mei kepada Shino menurutku sangat keterlaluan. Mei terlihat tidak simpatik sama sekali. Semua orang yang pernah menyakitinya harus bertanggung-jawab atas perbuatan mereka. Mei memperlihatkan sisi lain dari dirinya, Dia sangat sadis. Satu-persatu orang di tangani dengan tepat. Bahkan salah seorang temannya mati ketakutan. Mei seperti pembunuh berdarah dingin.

Awalnya aku kasihan sama Mei, karena dia di fitnah dan harus menjalani kehidupan yang mengerikan. Tetapi pada akhirnya aku berpendapat bahwa Mei dan Shino tidak ada bedanya. Mereka berdua sama-sama sakit jiwa. Mereka berdua sama-sama monster berbalut luka. Mereka hanya tahu balas dendam. Tanpa perduli apapun.

Menurut aku, pesan moral di film ini sangat sedikit. Lebih banyak pesan amoralnya. Tapi, mungkin penilaian kita akan berbeda jika kamu pernah mengalami hal serupa seperti yang dialami Mei dalam film ini. 

Ada satu bagian di drama ini yang paling aku suka. Yaitu ketika ibunya Mei menceritakan tentang ikan sarden dilaut yang hidupnya bergerombol demi mempertahankan hidup. Si ibu bermaksud untuk memberi Mei pemahaman tentang manusia yang suka bergerombol biasanya hanya berani saat ada teman-temannya. Namun mereka akan menjadi pengecut ketika hanya sendirian. Dalam adegan ini, si ibu juga meminta agar Mei tidak hidup seperti ikan sarden karena Mei adalah manusia. Cerita ikan sarden itu sebagai nasehat agar Mei tidak menjadi seorang pengecut.


DETAIL FILM


    • Judul    : Demon Covered in Scars
    • Romaji : Kizudarake no Akuma
    • Judul Jepang : 傷だらけの悪魔
    • Jadwal Rilis : 4 Februari 2017
    • Durasi : 97 menit
    • Genre : Drama / Remaja
    • Distributor : Kadokawa Pictures


Banyak yang baca :



No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Hambatan Dalam Berkomunikasi

Halimahdaily.com - Ada beberapa hal yang dapat menjadi penghambat atau penghalang dalam proses berkomunikasi. Penghambat tersebut dikena...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman