Inilah Konsep Waktu Polikronik dan Monokronik, Mana Yang Biasa Kamu Pakai? - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 4 November 2017

Inilah Konsep Waktu Polikronik dan Monokronik, Mana Yang Biasa Kamu Pakai?

polikronik dan monokronik
Tau gak sih, kalau beberapa belahan dunia menganut konsep waktu yang berbeda. Ada yang sangat menghargai waktu, dan ada juga yang teledor sekali dengan penggunaan waktu.

Contohnya di negara kita, Indonesia. Waktu dianggap sebagai sesuatu yang bisa kembali dan bisa  ditunda-tunda. Gak heran kalau kata 'waktu' di indonesia dijuliki 'jam karet'. Jam-nya sih bukan karet. Tapi waktunya itu loh yang bisa melarrrrrr abis! Melarnya bisa panjang banget, makanya disebut karet.

Baca Juga : 6 Kesalahan-Kesalahan Komunikasi Yang Sering Tidak Kita Sadari

Kenapa ya kok bisa begitu? Mungkin, akibat dari budaya kita yang kurang menghargai waktu kali, ya?

Biar kita gak ‘membudidayakan’ jam karet, kita musti tahu bahwa waktu menentukan hubungan antar manusia. Pola hidup manusia (dalam waktu) dipengaruhi oleh budayanya. So, jangan bikin hubungan kita dengan orang lain menjadi berantakan akibat kita yang gak paham budaya orang dalam menghargai waktu.

Edward T. Hall membagi kebudayaan waktu menjadi dua tipe, yaitu :

Pertama, Polikronik (P)


Konsep ini dianut oleh kebanyakan budaya timur ; Eropa Selatan (Italia, Yunani, Spanyol, Portugal dan amerika Latin). Penganut waktu ini tidak terlalu disiplin, dan memandang waktu sebagai putaran yang kembali dan kembali lagi.

Nah, umumnya kita orang Indonesia tanpa sadar telah menjadi penganut waktu polikronik. Kita suka membuang-buang waktu, mengulur-ulur waktu, menunda dan sebagianya. Walhasil, kita sering tertinggal. Orang sudah kemana-mana, kita masih disitu-situ saja.


Kedua, Monokronik (M)


Penganut waktu ini cenderung mengapresiasi waktu sebagai perjalanan lurus dan tak pernah bisa kembali lagi. Maka dari itu, penganut waktu monokronik terbiasa melakukan pekerjaan mereka dengan cepat. atau bahkan megerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Negara yang menjadi contoh terbaik untuk menggambarkan masyarakat penganut waktu monokronik adalah Inggris. Selain Inggris, negara-negara maju di dunia juga banyak menerapkan konsep waktu monokronik.

Jika membuat janji dengan Penganut Monokronik, usahakanlah datang lebih awal. Karena terlambat dalam hitungan menit saja sudah dianggap mengecewakan, apalagi terlambat dalam hitungan jam!

Setelah mengetahui tipe-tipe budaya Manajemen waktu, kira-kira sobat mau pakai yang mana? Pilihan sobat hari ini adalah masa depanmu kelak, maka, pertimbangkanlah dengan matang!


No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Hambatan Dalam Berkomunikasi

Halimahdaily.com - Ada beberapa hal yang dapat menjadi penghambat atau penghalang dalam proses berkomunikasi. Penghambat tersebut dikena...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman