Bahkan Jika Kau menyesalinya, kau Tidak Akan Bisa Menarik Kata-katamu Lagi [cuplikan anthem of the heart 2017] - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 28 August 2018

Bahkan Jika Kau menyesalinya, kau Tidak Akan Bisa Menarik Kata-katamu Lagi [cuplikan anthem of the heart 2017]


Halimahdaily.com - Sekelompok anak SMA sedang berdebat. Mereka mengatakan kata-kata buruk satu sama lain. Tiba-tiba seorang siswa bernama Naruse Jun berteriak..

Jangan mengatakan itu, seakan itu bukan apa-apa. Kata-kata bisa menyakiti seseorang. Kau tidak akan bisa menariknya kembali. Bahkan jika kau menyesalinya, kau tidak akan bisa menarik kata-katamu lagi.

Untuk pertama kalinya, Naruse berbicara dihadapan teman-temannya. Sebelumnya, teman sekelas Naruse bahkan tidak pernah mendengar suaranya. Mereka mengira ia bisu.

Apa yang terjadi dengan Naruse?

Naruse kecil adalah anak yang ceria. Dia sangat over dalam berbicara dan berkhayal. Imajenasinya tinggi, keceriaannya tak terbendung, ia bahkan mengatakan apapun semaunya.

Akibat terlalu banyak bicara, Naruse sering melukai perasaan orang lain karena kata-katanya.


Suatu hari, ia melihat ayahnya keluar dari hotel bersamaa wanita lain. Ia menceritakan semua yang dilihatnya secara berlebihan. Kata-kata Naruse menyakiti hati ibunya. Saat itulah, ibunya menyuruh Naruse untuk berhenti berbicara.

Kesaksian Naruse tentang wanita lain membuat ayah dan ibunya bercerai. Saat ia mencoba membujuk ayahnya untuk rujuk kembali dengan ibunya, ayahnya malah menumpahkan kemarahan padanya. Ayahnya berkata :

Naruse, kau memang cerewet ya. Semua ini adalah salahmu

Karenanya, Naruse merasa tertekan. Dia turut menyalahkan dirinya sendiri.

Gadis yang suka berkhayal itu mulai berimajenasi tentang kutukan telur. Dia menganggap dirinya terkena kutukan akibat terlalu banyak bicara.

Sejak saat itu, Natuse berhenti untuk berbicara. Jika ia berbicara, perutnya menjadi sakit.

Tokoh Naruse yang ceria dimasa SD mengingatkan saya pada diri saya sendiri.

Sedari dulu sampai sekarang, terkadang saya merasa bahwa saya terlalu over dalam berbicara. Sama persis seperti Naruse.

Sejak menonton film ini, saya bertekad untuk nge-rem mulut saya yang suka kebablasan. Karena, terkadang kata-kata bisa melukai seseorang tanpa kita sadari.

Tapi, tak perlu menjadi bisu untuk menahan diri berbicara. Menurut saya Naruse terlalu berlebihan menekan dirinya sendiri.

Film ini sangat bagus ditonton orang tua dan anak-anak mereka bersama-sama. Bahkan saya sendiri ingin menontonya bersama orang tua saya. Saya berharap orang tua saya mengambil kesimpulan dari film ini :

Kita tidak boleh berkata sembarangan kepada anak. Bisa-bisa mereka tertekan hanya karena perkataan buruk kita.

Ah, seandainya bisa begitu. Alangkan indahnya!

Baca juga --> Kenapa Aku Terus Memandanginya? [Cuplikan my id is gangnam beauty eps 8]



No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Bagaimana Kita Mengelola Kemarahan Agar Menjadi Marah yang Elegant?

Halimahdaily.com - Saat kita sedang marah, tanpa berkata-kata pun, akan terlihat dari body langage kita. Sebab, automatic neuro system ...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman