Menulis Cerpen Lagi? - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 2 August 2018

Menulis Cerpen Lagi?



Aku hampir tidak pernah berpikir untuk menulis cerpen lagi. Semenjak hari itu...


-----------------------------------------------------------------------------------------


"Tolong, aku mohon sekali.. Hapus cerpenmu itu. Aku mohon.."


Seseorang berlutut dihadapanku. Aku terdiam kaku.


"Jika kamu tidak menghapusnya, hidupku akan hancur. Maka, demi aku, tolong hapus. Hiks.. Hiks.."


Tangisan itu... Terdengar menyedihkan... Tapi... Menjijikan!


Aku disuruh menghapus karyaku sendiri, demi menyelamatkan hidup seseorang? Situasi macam apa ini?


*HENING*


"Baiklah, akan kuhapus. Kamu tenang saja. Hidupmu aman!" 


Terasa sesak didada. Sakit sekali. Disaat yang sama, orang dihadapanku menarik nafas lega. 


Kau puas? Kau bahagia?

-----------------------------------------------------------------------------------------


Sejak saat itu, aku membenci cerita fiksi. Aku berhenti menggilai novel, cerpen, cerbung, bahkan webtoon yang sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku meninggalkan dunia fiksi sepenuhnya.


Sebagai gantinya, aku beralih mencari hiburan lain. Aku mulai menyukai Filem. Hidupku diisi dengan bermacam-macam tontonan soal kehidupan. Aku banyak belajar dari filem. Meskipun filem juga fiksi, setidaknya itu dalam bentuk gambar.


Tapi, hari ini, kerinduanku pada indahnya dunia fiksi menggebu-gebu. Akhirnya, aku mendobrak seluruh dinding pertahanan yang sebelumnya kubangun begitu kokoh.


Aku tak tahan lagi. Kenapa aku harus hidup dibawah kehendak orang lain? Memangnya aku ini seorang budak?



Cerpen Perdana : Mata Yang Berbahaya



No comments:

Post a Comment

Postingan Terbaru

Hambatan Dalam Berkomunikasi

Halimahdaily.com - Pernahkah kamu merasa jengkel sendiri karena orang yang kamu ajak bicara tidak nyambung? Atau sebaliknya, kamu yang m...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman