Ketika Kamu Ingin Menyebut Seseorang ‘Berengsek’, Sepertinya Kamu Harus Pikir-Pikir Dulu. - Halimah Daily

Home Top Ad

Post Top Ad

Monday, 8 April 2019

Ketika Kamu Ingin Menyebut Seseorang ‘Berengsek’, Sepertinya Kamu Harus Pikir-Pikir Dulu.

Ilustrasi copyright MBC

Halimahdaily.com - Siapa yang menciptakan sebutan ‘lelaki berengsek’? Entahlah. Aku tidak tahu. Bisa perempuan, bisa juga laki-laki, kan?


Perempuan yang mengatakan itu mungkin telah menjadi korban perbuatan curang seorang lelaki. Dan, lelaki yang menyebutkan itu, mungkin tidak suka keluarga atau teman atau orang yang disayanginya telah hancur hidupnya ditangan seorang lelaki. 

Sebenarnya siapapun, dari sudut pandang manapun, boleh-boleh saja menyebut orang lain berengsek.

Ngomong-ngomong, aku punya pendapat soal ini. Soal sebutan lelaki berengsek. Siapa sih yang layak mendapat sebutan itu?

Menurutku, lelaki yang egois, ingin mendapatkan hati seorang perempuan, tanpa memperdulikan perasaan perempuan itu, bisa dikatakan dia berengsek.

Lelaki yang mengaku cinta, tapi sedikitpun tak perduli pada kehidupan si perempuan itu, lelaki itu pantas di sebut berengsek.

Kemudian, lelaki yang hanya menginginkan tubuh si perempuan, tanpa punya rasa apa-apa padanya. Dia jelas-jelas berengsek.

Lelaki yang mengatakan ingin putus disaat lagi sayang-sayangnya juga berengsek.

Lelaki yang bilang sayang, janji mau nikahin, dan gak selingkuh, tapi tiba-tiba menghilang. Itu berengsek.

Lelaki yang punya perempuan lain dihatinya, tapi terus mendekati perempuan yang menyukainya, dan mengambil segala keuntungan dari gadis lain lagi. Itu juga berengsek.

Jadi, cowo berengsek itu banyak sekali tipenya. Kamu, suka tipe yang mana?

Beberapa teman lelaki tidak setuju disebut dirinya berengsek hanya karena melakukan hal-hal yang aku sebutkan tadi. Menurut mereka, kalau sudah tidak cocok lagi, ya sudah, berakhir saja. Jangan ada sebutan berengsek dan sebagainya. Kamu setuju, para perempuan sekalian?

Menurut teman lelaki juga, seorang cewek yang menuduh mantannya, atau orang yang pernah disukainya, atau siapalah itu, pokoknya si perempuan menyebutnya berengsek. Sebenarnya dia sedang kecewa berat. Kecewa karena pernah percaya seratus persen bahwa cowok itu baik. Disaat dia tiba-tiba melihat sisi jahatnya, dia langsung down

Kemarahannya speechless. Kata berengsek mungkin diangkap sebuah label yang membuatnya merasa puas jika diberikan pada lelaki yang membuatnya sebegitu marah. Dia mungkin tidak perduli orang akan berpikir bagaimana tentang penilaiannya itu.

Seperti aku misalnya, ketika sedang begitu marahnya. Aku tak sengaja berdesis “dasar lelaki berengsek” didepan teman yang juga berjenis kelamin lelaki. Ketika temanku mendengar itu, dia langsung bertanya. “seberengsek apa lelaki-mu? Apa yang sudah dia lakukan kepadamu” maksud si teman adalah ‘apa yang sudah dia lakukan padamu’ dalam konteks orang dewasa. You know-lah.

Mendengar komentar si teman, aku langsung ingin meninju perutnya. Dia berpikiran kotor hanya karena aku menyebut makhluk sejenisnya ‘berengsek’.

Setelah klarifikasi, ternyata para lelaki tidak merasa bahwa sebutan berengsek untuk semua orang. Sebutan itu hanya pantas bagi lelaki yang sudah menyentuh all of you, girl!

So, hati-hati melabeli ‘cowok berengsek’ didepan laki-laki lain. Mereka akan berpikiran yang bukan-bukan tentang orang yang sisebut berengsek. Atau, jika kamu ingin mencaci mantanmu dengan menyebutnya berengsek, mungkin dia akan tertawa menang, karena, dia tahu, maksudmu adalah, karena kamu telah memberikan segalanya lalu kalian berpisah. Wah. What the f***!

Betapa berengseknya! Bedebah!

No comments:

Postingan Terbaru

Hey, Kok Sedih? Perlu Sedikit Motivasi Untuk Move On?

Halimahdaily.com - Bukan begini cara menjalani hidup. Membuang banyak waktu dengan bertanya 'apa salahku?'. Tak perlu tanyakan i...

Translate

Post Bottom Ad

Halaman